Sabtu, 01 Januari 2011

Sedikit Catatan di Tahun Baru

Selamat dini hari semuanya. Selamat Tahun Baru 2011 :D
Setelah sekian lama akhirnya saya punya waktu untuk diri sendiri juga *menangisterharu. Setahun terakhir ini banyak hal yang sudah terlalui dengan terkadang bergosip ria dengan para wanita, belajar dengan sok tekun dengan teman sejawat; tertawa terpingkal-pingkal melihat ulah para lelaki kaum 'tidak goyang'; menangis tersedu-sedu karena orang yang untuk saat ini saya anggap asing. Kemarin adalah hari terakhir di 2010 dan kalau menurut serial tv adalah hari tergalau bagi orang-orang di sekitarku. Yah, galau, galau, galau! Syukurnya saya belum ikutan galau, hehehe.

Kalau ditanya mengapa galau, saya juga bingung. Intinya karena cinta atau L-O-V-E. Hampir semua galau karena kesalahpahaman. Ternyata banyak cinta lokasi di sekitar saya *berasaartis, hehe. Semua terkuak baru-baru ini dan secara sadar tidak sadar merubah peta interaksi antara kami. Satu pesan yang saya tangkap:
if you love someone, you should tell your friends so they do not make mistakes that could complicate the situation
Sebagai orang yang kurang peka, saya sering kali membuat kerumitan diantara mereka. I'm so sorry, guys :'(

Saya sendiri adalah anggota kaum skeptis mengenai cinta. Sejauh ini bukan penganut pacaran dan meragukan rasa cinta sesama manusia (pria dan wanita). Tapi sejujurnya, saya menunggu hal itu terjadi pada saya. Saya sangat percaya tidak ada yang namanya persahabatan antara wanita dan pria karena pada akhirnya pasti sempat berpikir untuk memiliki. Jujur ada beberapa orang yang pernah mengisi hari-hari dan menimbulkan sensasi cinta selayaknya dongeng menjelang tidur. Tapi itu tidak lama karena keapatisan ini. Mungkin saya yang terlalu berharap banyak, memasang standar tinggi dkk tapi entahlah toh bukan saya yang menentukan jodohku.

Umur saya masih remaja (masih nine-TEEN, hehe) dan belum saatnya memikirkan dunia percintaan yang serius. Tidak ada waktu dalam hidupku untuk hal begituan karena sedari dulu saya percaya bahwa hanya Allah yang mampu mengendalikan perasaan bahagia yang bagi sebagian orang percaya itu hanya muncul dari cinta pada seseorang. Terkadang, saya akui merindukan tempat bersandar. Selama ini saya hidup terlalu 'single fighter' dan terkadang dipercaya melakukan banyak hal dimana sebenarnya saya berharap ada kaum adam yang bisa berada di posisi itu. Hal ini membuat saya merindukan sosok jiwa kepemimpinan tinggi, kharismatik, dewasa, sabar tingkat tinggi dan lebih segalanya dibanding saya dalam bidang apapun. Bukankah Hawa tercipta untuk melengkapi kesempurnaan Adam?

Saya sempat tertegun dengan suatu materi di BASTRA dimana pematerinya menanyakan kecocokan kita dengan pasangan yang kita harapkan. Ya, sejauh ini saya berusaha menjadi layak untuk Adam saya kelak. Entah siapa dia, yang saya harap kami serasi, seimbang meski mungkin tidak selaras. Bukan dengan memasang target ingin tipe yang sempurna, saya hanya tidak ingin menyesal kemudian. Saya tidak ingin ada istilah "pengisi waktu luang" . Sekali lagi bukan saya yang menetukan jodoh saya kelak, tapi inilah kekurangan saya yang sedang fokus mengejar Adam-ku.

Menurutku, jatuh cinta itu anugerah karena sampai saat ini pun saya jarang sekali bisa jatuh cinta. Bahkan menurut teman-temanku, hal yang saya rasakan itu bukan cinta. Ya, kadarnya memang sedikit bahkan terkadang hanya meradang ketika saya punya waktu untuk mengingatnya. Mengekspresikannya cinta juga adalah hal yang patut diapresiasi mengingat saya tahu bagaimana perasaan tidak menentu ketika sedang (saya kira) menyukai seseorang. Saya sadar dan saya juga tidak ingin menjadi wanita korban pendidikan (begitu istilah Mama, hehehe) makanya saya berharap ke depannya saya bisa mengurus diri sendiri sehingga hari saya juga bisa dibagi dengan si Adam kelak.

Saya ibaratnya komentator bola dalam pertandingan yang timnas jalani. Saya bukan pelaku atau oemain di lapangan hijau tapi sesekali turut nimbrung dan kebanyakan sok menggurui kisah cinta teman-teman saya yang lain atas dasar sayang terhadap mereka. Tapi, saya tetap tahu bahwa Irfan Bachdim, Okto, dan Bepe adalah pemain yang bisa diharapkan dalam suatu pertandingan. Dengan segala kekurangan yang saya miliki saya terkadang mengacuhkan pelanggaran-pelanggaran dari timnas yang di mata saya tidak ada. Saya mohon maaf bila ada yang tersakiti atau marah tidak setuju dengan pendapat saya di postingan ini. Saya rasa kita cukup dewasa untuk memahami posisi dan impian masing-masing :)

Malam ini banyak mengingatkan saya mengenai kegalauan saya saat belum menginjak dunia perkuliahan. Hal yang membuat saya galau bukan karena perasaan yang tertunda saat itu tapi keadaan saat ini yang sepertinya tidak ada jalan kembali dekat setidaknya sebagai sahabat dengan lelaki yang pernah membuat saya gila memikirkan banyak kemungkinan yang terjadi. Yang kini seperti sangat berbeda dan acuh terhadap saya. Cerita ini adalah salah satu pembelajaran dalam hidup saya bahwa kedekatan atau interaksi yang dekat dulu bisa saja memudar sepudar-pudarnya.


*perfect for each other*
hahahaha, mau bergaya belepotan malah ketangkap sama monyet trans.studio ;p



Tahun yang diawali dengan kasus kegalauan di sekitarku ini semoga menjadi tahun yang menyenangkan. Saya bisa lebih mandiri, lebih tepat waktu. Semoga liburan kali ini cukup panjang supaya saya bisa belajar menyetir mobil sendiri sehingga terkadang bisa lepas dari status TKW Arab alias tebengan, hehe. Saya juga bisa lebih fokus membedakan hal yang penting di masa depan dan mana yang bukan.

Sekali lagi HAPPY NEW YEAR 2011 !
Semoga segala impian bisa berprogress dan berhasil pada tahun ini :D

Minggu, 31 Oktober 2010

Foto-foto Pengurus BEM FK Unhas 2010/2011 :))

Pelantikan Pengurus BEM FK Unhas 2010/2011 telah dilaksanakan dengan khidmat pada tanggal 30 Agustus 2010 di ruang senat FK Unhas. Sebelumnya, BEM telah melaksanakan pra-raker dan raker segera setelah SK kepengurusan keluar. Setelah pelantikan, tentu saja saatnya photo session ! *Sebenarnya file ini sudah bersemayam di laptopku sejak sebulan lalu, tapi dasar saya.nya yang malas jadi baru diposting sekarang, hehehe.

Pengurus BEM FK Unhas periode 2010/2010 *klik gambar untuk melihat versi yang lebih fokus*


Hidup Bidang 3! :D

Impian atau Obsesi Terpendam

Dulu, saya sangat tertarik program pertukaran pelajar, pendelegasian ke luar negeri dan sebagainya. Intinya, pergi ke suatu negara, menikmati panorama negara tersebut, dan tentunya disponsori. Saya ingin ikut pendelegasian melalui seleksi yang cukup ketat sebagai alasan bagi diri saya sendiri bahwa saya berhak mendapat kesempatan itu. Meski dengan beberapa kali penolakan, saya tetap ingin pergi atas nama prestasi.

Kemarin, saya sempat terbesit untuk meninggalkan semua mimpi ke luar negeri. Berkutat dengan apa yang ada di sekitar saya saja dan melupakan semua itu. Saya merasa hal semacam itu kurang ada hubungannya dengan profesi yang kelak saya ingin jalani. Beberapa jalur untuk memudahkan saya ke luar negeri saya abaikan. Ada sesuatu yang belum saya pahami saya saat itu sehingga saya enggan mengambil langkah.

Hari ini, saya tertegun melihat foto-foto kenalan saya mengenai tur pendelegasian mereka ke luar ngeri. Akhirnya saya memahami sesuatu. Mungkin bukan saatnya saya ikut program delegasi dan sebagainya. Tidak tepat secara waktu,finansial, kebutuhan, dan mimpi saya saat ini. Rasanya terlalu berat jika saya berpergian dengan disponsori oleh pihak lain selain saudara saya bila saya tidak bisa menularkan pengetahuan dan kebahagian saya bila saya pergi ke sana.

Ada perkuliahan pendidikan dokter yang mulai menyita jiwa saya. Menyandera batin dan raga ini dengan jadwalnya yang padat. Ada cita-cita yang ingin saya perjuangkan sebagai seorang dokter. Akan ada perjalanan panjang yang akan saya tempuh sehingga saya tidak bisa lalai sedikitpun. Saya harus memendam keinginan itu demi keinginan yang lebih besar. Maafkan saya, Dini.

Besok, saya berharap jika saya merasa jenuh dengan apa yang saya perjuangkan hari ini saya akan pergi melepaskan penat dan memenuhi impian saya yang saat ini coba saya pendam. Saya akan berpergian dengan usaha dan kalau bisa dengan tabungan yang saya miliki. Lalu, saya akan bersyukur. Setidaknya apa yang saya perjuangkan saat ini kelak masih bisa mengantarkan saya ke impian atau obsesi terpendam.

Sabtu, 11 September 2010

Selamat Lebaran :D

Selamat Idul Fitri 1431 H
Selamat Lebaran
Minal Aidin wal faidzin
Mohon maaf lahir dan batin :D

Selasa, 07 September 2010

Ramadhan oh ramadhan

Saya hanya diberi waktu 10 hari untuk libur lebaran. Hanya 10 hari untuk melupakan sejenak materi kardiologi. Sungguh tidak adil, kan? hehehe. Ramadhan juga hampir habis dan nggak terasa saya jarang sekali buka puasa bersama keluarga di rumah. Saya lebih sering melaksanakan tugas gaul.gila-nya hublu di berbagai buka puasa organisasi kampus. Hitung-hitung rumahku juga jauh dari kampus. Jadi, daripada buka puasa di jalan mending buka puasa gratis di kampus. hehehe :D

Telah dilantik dengan air mata bercucuran #lebay dan saatnya nunggu giliran foto per Bidang BEM


Saya termasuk tipe kalap kalau soal makanan. Nggak ada yang bisa memaksa saya makan sayur-sayuran meskipun cuma mentimun! Menu makananku nggak jauh-jauh dari ayam, ayam, dan ayam~ hidup ayam! Kalau buka puasa di luar sama teman-teman, saya lebih milih 'western food' atau makanan yang nggak mungkin ada di rumah dan cepat membuat mual. tentu saja saya selalu kecewa liat hasil timbangan berat badan. Kalap deh kalap -_____-

Beberapa teman saya yang kuliah di Jawa pada pulang di libur lebaran tahun ini. Bayu, misalnya, yang akhirnya pulang sekarang tentu saja jadi nggak tahu lagi peta perkembangan kota makassar. Dia malah nanya saya yang cupu tentang tempat gaul di makassar. Jujur saya bingung. Trans Studio, Surabi, Popsa, Eat @ Out, what else? Rata-rata tempat makan semua ya? Nggak ada tempat ice skating, waterboom, atau kebun bianatang. :(

Apapun perkembangan kota, Mall Panakkukang (MP) tetap jadi pilihan utama untuk bertemu ribuan orang makassar lainnya. Kayaknya, kalau buka puasa di tempat ini kita bisa ketemu banyak orang yang kita kenal. Nggak ada sama sekali privacy buat orang yang pacaran backstreet ataupun orang yang kabur nan banyak hutang, hahaha. Tempat makan di MP juga biasanya penuh kalau sudah mau buka apalagi pizza hut. Waiting list panjaaaaang. Syukurnya saya masih dapat tempat pas buka kemarin di sana. :D

Buka Puasa bareng Dhini, Bayu, Irda, dan Isti. :D

Jumat, 20 Agustus 2010

Liburan pun Harus Berakhir

Senin depan, saya akan mulai diuji dengan cobaan ramadhan yang sesungguhnya. Apa lagi kalau bukan kuliah sistem Kardiovaskuler di tengah-tengah bulan Ramadhan. Roster sistemnya sudah keluar dan sangat cukup mebuat saya shock. Bisa-bisanya praktikum anatomi di hari kedua? Artinya di sisa liburan ini saya harus membuka sobotta dan menghentikan 'makna' liburan yan sesungguhnya.

Sekarang saya sedang mengunggah foto-foto liburan labil lalu yang ada di kamera Dina. It reminds me a lot about how fun loud crazy our vacation. Sebenarnya masih ada foto lainnya di kameranya Nila. Tapi, saya belum sempat dapat datanya. Karena mayoritas dari peserta tour labil ini jilbaber, tentu saja ada beberapa foto yang 'off record', hahaha.



Peserta tour labil


Selain agenda-agenda selama liburan yang dari makassar sudah direncanakan, kita juga rupanya dapat banyak agenda lain antara lain bermain-main dengan kucing-kucing jawara kontes dan kunjungan ke kampus di sana alias menggosip bersama teman yang kuliah di sana, hhehehe . Saya bahkan sempat reunian sama bebrapa CUIY lagi! :D

Alhamdulillah minggu ini saya sudah puas memanjakan lidah dan mata. Seminggu ini saya wisata kuliner dan membiarkan diri ini terbawa oleh keganasan 'ngidam' 'ngiler' akan makanan yang terlintas di kepala begitu saja. Saya sudah puas nonton DVD Glee season 1 dan nonton The Expendables di Cineplex bareng Dede, Phypitm dan Surya. Pokoknya, minggu ini harus puas liburan!

Jumat, 13 Agustus 2010

masih libur

Perutku lagi bermasalah sepanjang awal ramadhan ini. Entah mengapa. Padahal saya tidak punya riwayat maag dan pola makannku lebih wajar dari biasanya. Sebenarnya sih, mau posting soal liburan ke Jakarta-Bogor-Bandung kemaren sampai puas. Tapi, apa daya badan tidak pewe! Apalagi, besok nggak ngulet di kamar karena saya jadi pendamping PMB. Ya, sudahlah :))