Senin, 04 April 2011

Selepas Acara

Tidak terasa minggu depan sudah Mid Test "Sistem Urogenitalia" dan (yup) saya belum siap. Rasanya baru kemarin ujian final Respirasi, eh, sudah ujian lagi. Nasib.. Nasib.. Berbanding terbalik dengan kehidupanku yang dipenuhi rutinitas akademik, teman-teman seangkatan LKTM Ekonomi -ku (PROVOCATE) malah lagi sedang sibuk pemilu raya. Yah, lumayan banyak diantara anggota PROVOCATE yang ikut sebagai calon ketua himpunan dan ketua senat. Wah, wah, wah. Memang selalu ada cerita lanjutan selepas acara. Semoga berhasil, guys!


Provocate :: peserta Latihan Kepemimpinan Tingkat Menengah Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin. :D


Bagaimana dengan pemilu raya di KEMA FK Unhas? Yup, sejauh ini belum ada calon 'pasti' alias calon yang betul-betul menyatakan bercita-cita menguatkan KEMA dengan cara menjadi Ketua BEM. Belum ada calon dan kubu sejauh ini. Tapi tim pendahulu Pemilu Raya sudah terbentuk dan angket sepertinya sudah akan disebar. Begitupun dengan SINOVIA yang rencananya mau mengangkat topik ini di buletin magang. Sepertinya isu pemilu raya sudah semakin dekat dan mulai mencair dari bekuannya.

Sejauh ini, situasi masih tenang, aman dan terkendali. Semua badan khusus sedang menjalankan perekrutan dan belum ada tanda-tanda keberpihakan atau pembuatan kubu. SINOVIA masih menjalankan magang sehingga bilik kecil ramai dikunjungi. Berbeda dengan tahun lalu saat saya masih magang, permainan yang sedang populer dimainkan di bilik bukan uno kartu lagi melainkan uno balok. Intinya tetap, UNOVIA, hahaha.

Yup, saya sedikit insomnia malam ini. Banyak hal lucu nan ajaib yang saya tonton dari layar datar begitupun dengan hal agak serus. Malam ini saya dapat sms tentang sebuah quote di film "A Walk to Remember". Masih ingat film ini? Yup, film cerita cinta si gadis penderita leukimia dan preman insaf itu (lho? kok serasa FTV Indonesia).
Love is always patient and kind. It is never jealous. Love is never boastful or conceited. It is never rude or selfish. It does not take offense and is not resentful.
Sebagai orang yang tidak begitu mengerti falsafah cinta atau apapun itu, Saya belum mengerti arti dalam untaian kata ini. Ada yang paham?

Lalu malam ini ditutup dengan BBM salah alamat dari teman kecilku yang super galau di tengah malam ini. Isinya "Sayaaaaaaanggggg" . Rupanya dia salah BBM karena tidak pakai kacamata pas ngetik, hhahahaha. Malam-malam memang waktu yang tepat buat galau (bagi yang berminat). Lihat saja, timeline twitter jadi sentimentil nan galau semua. Sepertinya akan ada tendensi bahwa orang begadang bukan karena insomnia tapi karena galau, hahahaha.

Selasa, 29 Maret 2011

Tulisan

Ada yang bilang "tulisan seseorang menggambarkan penulisnya". Terkadang sada yang menyalah artikannya seolah-olah ketika seseorang menuliskan untaian kata-kata yang hendak dikeluarkan dari pikirannya berati dia sedang merasakan hal itu. Padahal belum tentu, bukan? Bisa saja si penulis cuma menemukan inspirasi dan apresiasi terhadap suatu hal yang dia amati (tidak mengalaminya secara langsung).
Memang, menulis adalah dapat membuat penulis menuangkan isi hatinya. Tapi terkadang juga isi pikirannya yang berbau imajinasi atau pengamatan. Ya, pesan sebuah tulisan memang sudah tereduksi akibat ulah sentimentil nan galau dari penulis di jejaring sosial. Banyak pengguna jejaring sosial mulai menikmati fasilitas "curhat-colongan" dengan berbagai pesan singkat yang juga dapat berguna untuk menarik perhatian atau bahkan mencari perhatian orang lain. Ya, setiap orang lain ingin diperhatikan dengan caranya masing-masing.
Selagi itu hal-hal yang berbau positif dan tidak mengumbar kebencian yang berlebihan terhadap sesuatu, menurutku tidak ada yang salah. Tapi ya, sekali lagi, terkadang syarat tadi tidak terpenuhi. Masih banyak orang yang menggunakan jejaring sosial atau media untuk mengumbar kebencian dan memancing emosi dari pihak lainnya. Saya berharap, sebaiknya yang waras mengalahlah alias jangan mudah terpancing dengan umpan tidak layak sejenisnya.
Kembali lagi ke topik tulisan dan penulis. Tulisan dapat membuat provokasi yang belum tentu dimaksudkan oleh penulis ketika dia menuliskannya. Seperti Shakespeare yang menulis tentang roman Romeo&Juliet tak bermaksud membuat kisah cinta sehidup semati melainkan kisah indahnya perdamainan, tapi justru sisi 'sehidup-semati' yang lebih diapresiasi oleh pembaca. Mungkin sebaiknya kita sama-sama belajar semiotika dan hermeneutika untuk membahas lebih lanjut :)

Minggu, 27 Maret 2011

Kala

Ada kalanya kau sangat manis dan saya sangat menginginkanmu
Kau sangat baik dan saya jenuh padamu
Kau sangat lamban dan saya benci mengingatmu
Kau sangat mengumbar rasa itu dan saya sangat muak

Ada kalanya saya acuh dan kau sangat perhatian
Saya memikirkan yang lain dan kau tetap ada di sana
Saya lebih mementingkan yang lain dan kau sibuk dengan duniamu
Saya ragu dan kau tetap tidak meyankinkanku

Ada kalanya saya terharu dan berterima kasih atas kebaikanmu
Sepersekian detik kemudian, logika dan perasaan lain mengacaukan lagi


Kita lihat saja nanti :)

Rabu, 23 Februari 2011

Logika, Perasaan, Teori, dan Praktek

Terkadang, saya aneh mendengar pendapat beberapa orang yang berkata kepada saya "Kau orang yang berlogika ketimbang perasaan". Mereka membanding-bandingkan saya dengan wanita lain yang katanya memakai perasaan dalam bertindak. Salah satunya ialah membandingkan saya dengan Dede, sahabat saya sendiri. Ada yang bilang meskipun kami bersahabat, kami seperti dua sisi mata koin. Saya dengan sisi logika sementara Dede dengan sisi perasaan. Tulisan ini bukan tentang perbandingan saya dan Dede tapi tentang kesalahan pendapat orang-orang di sekeliling kami. Setidaknya dalam hal pemakaian dua sisi tersebut dalam memaknai cinta.
Saya adalah seorang yang minim dalam hal pengalaman/ praktek hubungan silahturahmi dua insan. Bila ada yang berkonsultasi alias curhat kepada saya tentang perasaan galau maupun kalut akan hubungannya, tentunya saya hanya bisa berteori secara logis. Sedangkan Dede adalah tipikal orang yang cukup dewasa di mataku dan sedikit banyak lebih berpengalaman di bidang kasih sayang daripada saya. Hal itulah yang membuat orang mencapnya sering memakai perasaan walaupun tidak sepenuhnya demikian.




Dede dan Dini @ Baksosnas HmI : Halmahera, 29 Januari 2011


Tentunya teori tanpa praktek sama saja dengan dongeng sebelum tidur. Semua terlihat sempurna namun susah diwujudkan. Dalam hal ini, selagi saya belum berpengalaman di bidang interaksi dua insan, saya belum bisa dikatakan pemakai logika dalam menghadapi permasalahan. Semua masih bisa berubah, bisa saja saya berubah dari si "batu" menjadi si "manja", hahaha. Apapun itu, semoga dua sisi koin dapat hidup rukun dan berbahagia dengan jalan yang halal #eh

Minggu, 20 Februari 2011

Ada yang berbeda

Seharusnya saya sudah tahu bahwa mulai tahun ini banyak hal yang akan berbeda dan tidak biasanya. Mulai dari kegilaan 'ngepet' dari klinik satu ke klinik lainnya bersama pecinta baksosnas, menjalani baksosnas dengan banyak kejutan baru setiap hari, sampai kembali kuliah yang setiap harinya ada saja hal aneh tapi nyata. Padahal selama kuliah saya jarang sekali 'ngepet', banyak yg tidak tahu saya suka mengerjakan pekerjaan rumah, dan biasanya sistem tidak pernah "sesusah payah' ini. Yah, semua berproses.


Peserta dan Pejuang Baksos Nasional HmI Komisariat FK Unhas di atas kapal Feri menuju kembali ke Ternate setelah hampir seminggu berkeliling untuk memberikan pelayanan kesehatan di Halmahera :)


Dari beberapa hal yang terjadi begitu cepat, saya cuma bisa menyimpulkan bahwa suatu hubungan, entah itu terhadap siapa saja, butuh usaha dalam menjaganya. Usaha dalam arti memahami keadaan, kondisi dan juga saling perhatian. Bila tidak ada, ya tunggu saja hubungan atau interkasi itu memudar. Memang harus ada yang usaha, tapi rasanya lelah juga memahami dan perhatian dengan orang-orang yang tidak merespon balik atau malah salah paham kalau mereka sedang saya tinggalkan. Hey, saya berusaha di sini! Bagaimana dengan kalian?

Jumat, 28 Januari 2011

Setitik Rahasia

Pernahkah kalian mempunyai rahasia yang sangat menggiurkan untuk dibeberkan?
Pernahkah kalian punya rahasia yang terkadang memaksa kalian untuk pindah dari satu kebohongan yang satu ke kebohongan lainnya?
Pernahkan dalam hati kalian timbul perasaan ingin kelaur dari kekangan karena sedang menjanga rahasia?
Pernahkah kalian berpikir untuk lebih baik tidak mengetahui sesuatu daripada tersiksa karena mengetahuinya?

Besar kecilnya sebuah rahasia, terkadang ada fase dimana kita tidak tahan untuk terus menyimpannya. contoh sederhananya ialah orang yang sedang mengerjai temannya selalu menahan tawa dan bahkan keceplosan tertawa ketika melihat temannya mulai kebingungan. contoh kompleksnya? ya bisa banyak hal. Saya salah satunya ;)

Sabtu, 01 Januari 2011

Sedikit Catatan di Tahun Baru

Selamat dini hari semuanya. Selamat Tahun Baru 2011 :D
Setelah sekian lama akhirnya saya punya waktu untuk diri sendiri juga *menangisterharu. Setahun terakhir ini banyak hal yang sudah terlalui dengan terkadang bergosip ria dengan para wanita, belajar dengan sok tekun dengan teman sejawat; tertawa terpingkal-pingkal melihat ulah para lelaki kaum 'tidak goyang'; menangis tersedu-sedu karena orang yang untuk saat ini saya anggap asing. Kemarin adalah hari terakhir di 2010 dan kalau menurut serial tv adalah hari tergalau bagi orang-orang di sekitarku. Yah, galau, galau, galau! Syukurnya saya belum ikutan galau, hehehe.

Kalau ditanya mengapa galau, saya juga bingung. Intinya karena cinta atau L-O-V-E. Hampir semua galau karena kesalahpahaman. Ternyata banyak cinta lokasi di sekitar saya *berasaartis, hehe. Semua terkuak baru-baru ini dan secara sadar tidak sadar merubah peta interaksi antara kami. Satu pesan yang saya tangkap:
if you love someone, you should tell your friends so they do not make mistakes that could complicate the situation
Sebagai orang yang kurang peka, saya sering kali membuat kerumitan diantara mereka. I'm so sorry, guys :'(

Saya sendiri adalah anggota kaum skeptis mengenai cinta. Sejauh ini bukan penganut pacaran dan meragukan rasa cinta sesama manusia (pria dan wanita). Tapi sejujurnya, saya menunggu hal itu terjadi pada saya. Saya sangat percaya tidak ada yang namanya persahabatan antara wanita dan pria karena pada akhirnya pasti sempat berpikir untuk memiliki. Jujur ada beberapa orang yang pernah mengisi hari-hari dan menimbulkan sensasi cinta selayaknya dongeng menjelang tidur. Tapi itu tidak lama karena keapatisan ini. Mungkin saya yang terlalu berharap banyak, memasang standar tinggi dkk tapi entahlah toh bukan saya yang menentukan jodohku.

Umur saya masih remaja (masih nine-TEEN, hehe) dan belum saatnya memikirkan dunia percintaan yang serius. Tidak ada waktu dalam hidupku untuk hal begituan karena sedari dulu saya percaya bahwa hanya Allah yang mampu mengendalikan perasaan bahagia yang bagi sebagian orang percaya itu hanya muncul dari cinta pada seseorang. Terkadang, saya akui merindukan tempat bersandar. Selama ini saya hidup terlalu 'single fighter' dan terkadang dipercaya melakukan banyak hal dimana sebenarnya saya berharap ada kaum adam yang bisa berada di posisi itu. Hal ini membuat saya merindukan sosok jiwa kepemimpinan tinggi, kharismatik, dewasa, sabar tingkat tinggi dan lebih segalanya dibanding saya dalam bidang apapun. Bukankah Hawa tercipta untuk melengkapi kesempurnaan Adam?

Saya sempat tertegun dengan suatu materi di BASTRA dimana pematerinya menanyakan kecocokan kita dengan pasangan yang kita harapkan. Ya, sejauh ini saya berusaha menjadi layak untuk Adam saya kelak. Entah siapa dia, yang saya harap kami serasi, seimbang meski mungkin tidak selaras. Bukan dengan memasang target ingin tipe yang sempurna, saya hanya tidak ingin menyesal kemudian. Saya tidak ingin ada istilah "pengisi waktu luang" . Sekali lagi bukan saya yang menetukan jodoh saya kelak, tapi inilah kekurangan saya yang sedang fokus mengejar Adam-ku.

Menurutku, jatuh cinta itu anugerah karena sampai saat ini pun saya jarang sekali bisa jatuh cinta. Bahkan menurut teman-temanku, hal yang saya rasakan itu bukan cinta. Ya, kadarnya memang sedikit bahkan terkadang hanya meradang ketika saya punya waktu untuk mengingatnya. Mengekspresikannya cinta juga adalah hal yang patut diapresiasi mengingat saya tahu bagaimana perasaan tidak menentu ketika sedang (saya kira) menyukai seseorang. Saya sadar dan saya juga tidak ingin menjadi wanita korban pendidikan (begitu istilah Mama, hehehe) makanya saya berharap ke depannya saya bisa mengurus diri sendiri sehingga hari saya juga bisa dibagi dengan si Adam kelak.

Saya ibaratnya komentator bola dalam pertandingan yang timnas jalani. Saya bukan pelaku atau oemain di lapangan hijau tapi sesekali turut nimbrung dan kebanyakan sok menggurui kisah cinta teman-teman saya yang lain atas dasar sayang terhadap mereka. Tapi, saya tetap tahu bahwa Irfan Bachdim, Okto, dan Bepe adalah pemain yang bisa diharapkan dalam suatu pertandingan. Dengan segala kekurangan yang saya miliki saya terkadang mengacuhkan pelanggaran-pelanggaran dari timnas yang di mata saya tidak ada. Saya mohon maaf bila ada yang tersakiti atau marah tidak setuju dengan pendapat saya di postingan ini. Saya rasa kita cukup dewasa untuk memahami posisi dan impian masing-masing :)

Malam ini banyak mengingatkan saya mengenai kegalauan saya saat belum menginjak dunia perkuliahan. Hal yang membuat saya galau bukan karena perasaan yang tertunda saat itu tapi keadaan saat ini yang sepertinya tidak ada jalan kembali dekat setidaknya sebagai sahabat dengan lelaki yang pernah membuat saya gila memikirkan banyak kemungkinan yang terjadi. Yang kini seperti sangat berbeda dan acuh terhadap saya. Cerita ini adalah salah satu pembelajaran dalam hidup saya bahwa kedekatan atau interaksi yang dekat dulu bisa saja memudar sepudar-pudarnya.


*perfect for each other*
hahahaha, mau bergaya belepotan malah ketangkap sama monyet trans.studio ;p



Tahun yang diawali dengan kasus kegalauan di sekitarku ini semoga menjadi tahun yang menyenangkan. Saya bisa lebih mandiri, lebih tepat waktu. Semoga liburan kali ini cukup panjang supaya saya bisa belajar menyetir mobil sendiri sehingga terkadang bisa lepas dari status TKW Arab alias tebengan, hehe. Saya juga bisa lebih fokus membedakan hal yang penting di masa depan dan mana yang bukan.

Sekali lagi HAPPY NEW YEAR 2011 !
Semoga segala impian bisa berprogress dan berhasil pada tahun ini :D