Rabu, 18 Maret 2015

Jumlah Anak (?)

Saya ingin punya anak tiga. Itu kataku. Lalu entah apa memang benar sengaja ingin menyulut pertengkaran, kamu katakan hanya ingin satu anak saja. Kamu tak ingin berbagi diriku dengan banyak anak, itu alasanmu. Lalu saat itu, menurutku kamu egois.

Mudah saja saya menyebut jumlah anak. Saya belum berpikir sejauh itu. Sebatas ingin, tapi tidak ada rencana lebih. Pikirku akan ramai bila jumlahnya segitu. Saya tidak akan kesepian. Belum terpikir biaya dan bagaimana cara saya membesarkan anak sebanyak itu. Pikiran saya masih dangkal.

Rupanya punya anak tidak segampang itu. Ribet urusannya. Belum hadir saja sudah jadi buah bibir mengapa belum hadir. Padahal kalau sudah hadir, belum tentu bisa diurus. Belum lagi masalah pendidikan dan biaya lainnya, ribet. Sepertinya memang mimpi saya tidak realistis.

Kalau begitu mari berandai anak kita satu. Kali ini biarkan saya berharap itu anak lelaki. Biarkan saya sedikit cerewet dengan anak kita kelak. Toh cinta untuk tiga anak dipadatkan untuk satu. Saya berjanji akan terus berupaya agar keluarga kita kokoh dan berbahagia.

Masalahnya sekarang, hidup masih menawarkan banyak kemungkinan. Mungkin saja tidak akan ada anak kita. Mungkin kita akan membangun keluarga dengan orang lain. Memiliki anak yang wajahnya tentu bukan perpaduan saya dan kamu. Atau mungkin bahkan tak punya anak, bahkan melajang seumur hidup. Semoga tidak.

Akhirnya saya mengerti. Saya yang egois. Ini bukan masalah jumlah. Saya hanya ingin membina keluarga denganmu. Selanjutnya, saya pasrahkan.

3 komentar :

Tenri S. Wahid mengatakan...

lalalalala,, what is thiss dinnn??? hahahah. nice post.

Dini Anggreini mengatakan...

sekedar terinspirasi tentang sesuatu dan dituliskan, hahaha

Ghea Arifah Shabrina Saputra mengatakan...

ehemmmm...#uhuuuuukkkkk